MANADO, Sulawesi Utara punya satu panganan khas yang begitu populer. Adalah klapertart yang resmi terdaftar dalam 30 ikon kuliner Nusantara oleh Kementerian Pariwisata.
Dari namanya, sepertinya sudah bisa ditebak bahwa hidangan ini ada pengaruh budaya luar. Ya! 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, maka banyak hal yang dipengaruhi oleh kultur dari Negeri Kincir Angin tersebut.
Misalnya saja klapertart khas Manado. Konon, hidangan ini tersedia di Tanah Air sejak ratusan tahun lalu pada zaman penjajahan. Perlu diketahui, saat itu orang Belanda kebanyakan menetap di Manado, karena mengincar rempah-rempah di sana.
Kemudian kue ini digemari sebagai makanan favorit masyarakat Manado dan paling banyak dibuat di sana. Sejak itu, Manado terkenal akan klapertartnya.
"Sejak dulu klapertart menggunakan kelapa. Yang saya tahu, waktu itu Belanda membuat klapertart karena berfikir makanan apa lagi yang bisa dibuat dari kelapa. Alhasil terciptalah klapertart," ungkap Yenita, pemilik UKM Klapertart Kak Yen kepada Okezone di Bandung, Jawa Barat.
Bagi orang Belanda, kue ini disebut dengan "klappertaart" dan bertransformasi menjadi "klapertart" karena sudah begitu lama membumi di Tanah Air.
Umumnya klapertart terbuat dari kelapa muda, susu, tepung terigu, telur, vanili, mentega dan lain sebagainya. Salah satu ciri utama klapertart khas Manado adalah penggunaan kacang kenari dan kismis sebagai topping.
Hingga kini, klapertart terus berkembang dan tersedia dalam varian rasa dan taburan. Seperti kopi, stroberi, blueberry, kacang almond, dan masih banyak lagi.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.