Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makna Plontos di Kalangan Buddhist

Johan Sompotan , Jurnalis-Kamis, 19 Mei 2016 |17:50 WIB
Makna Plontos di Kalangan Buddhist
Makna plontos di kalangan Buddhist (Foto: Voanews)
A
A
A

ADA satu hal yang menjadi identik dengan kaum Buddhist, selain sosok rendah hati mereka pun identik dengan rambut plontosnya.

Memiliki rambut plontos bukanlah sembarang untuk identik kamu Buddhist. Apa yang dilakukan kaum Buddhist memiliki makna mendalam.

"Rambut plontos bukan untuk bergaya, Buddhist tak menginginkan hal itu. Perlu Anda ketahui, jika Buddhist sangat jauh dari sifat bergaya, sombong, maupun angkuh. Semua itu ada di kepala kami," ucap Nantachai, Buddhist Songkhla, Thailand kepada Okezone, Kamis (19/5/2016).

Dirinya menuturkan dengan memiliki rambut, maka hal ini akan mudah untuk diubah seperti diberikan warna, dikepang, ataupun diberikan model yang macam-macam.

"Sifat rendah hati harus dijaga oleh kaum Buddhist, dengan rambut plontos sifat rendah hati itu bisa tersimbolkan. Terlebih sikan santun harus jadi identik yang utama," paparnya.

Selain itu, dengan memiliki rambut plontos maka dari sisi kesehatan juga sangat terjaga. "Rambut plontos itu maka kulit kepala jadi bersih, tidak ada kotoran di kepala. Meski terkena panas tapi seluruh aura dalam tubuh juga terlihat bersih," paparnya.

Terakhir, dengan memiliki rambut plontos maka ini menandakan tanda syukur atas berkat yang diberikan Sang Pencipta.

"Kita dilahirkan hanya dan tanpa memiliki rambut. Rambut plontos menandakan rasa bersyukur kepada Sang Pencipta," tutupnya.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement