Ribuan warga terpukau menyaksikan ritual pengusiran roh jahat di Pantai Mapaddegat, Mentawai di Festival Pesona Mentawai 2016.
Ritual pengusiran roh yang ditampilkan para si Kerei dari Siberut Selatan memakai atribut yang unik serta gendang tradisional terbuat dari ruyun dan kulit ular piton dan biawak.
“Sungguh indah kita punya Mentawai, di sini (Tuapeijat) Sipora sudah tak ada lagi, kita ternyata punya budaya yang patut dibanggakan kepada orang luar, saya salut san terpukuau, baru kali ini betul-betul saya lihat budaya kita,” tutur Tika, Samaloisa warga Sipora.
Acara ritual yang dilakukan dengan gerakan dinamis yang menghentak-hentak oleh empat orang si Kerei yang dipimpin Aman Lalau. Mantera yang dinyayikan menambah ketegangan dan suasana magis di lokasi festival.
Sekira setengah jam lamanya ritual itu dilakukan dipentas seni dan budaya, kemudian dilanjutkan dengan tari kolosal perang oleh anak-anak pelajar dengan memakai atribut Mentawai berupa parang, dan tameng, tarian kolosal ini dibawa oleh sekira 100 siswa yang diiringi oleh nyanyian ratapan terhadap perang yang membunuh saudara-saudar mereka akibat perang.