SEBAGAI salah seorang desainer Tanah Air, desainer Tina Andrean, merasa perlu untuk melestarikan budaya bangsa. Ya, biasa dikenal sebagai perancang busana pengantin, kali ini Tina Andrean tertantang untuk merancang busana dari kain batik.
Bertepatan dengan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Tina Andrean merilis koleksi bertajuk 'Woman's Heritage'. Keinginannya untuk membuat wanita masa kini terlihat modern dengan batik adalah salah satu alasan dirinya merasa tertantang merancang sejumlah busana yang bernuansa etnik.
"Sebagai seorang desainer saya memikirkan wanita masa kini bisa tampil modern dengan kepribadian yang Indonesia. Batik adalah salah satu cerminan Indonesia dan memiliki daya tarik yang cukup kuat," ungkap Tina Andrean, dalam jumpa pers di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (21/4/2016).
Meski masih terbilang baru dalam menggunakan batik sebagai bahan dasarnya, istri dari Johnny Andrean ini tetap berusaha untuk merancang busana batik yang dapat dikenakan sehari-hari dan sesuai dengan berbagai kesempatan. Tina memilih batik tulis sutera, batik tulis sulam, batik kain tulis, batik tulis sutera ATBM, dan batik tulis sutera satin, yang berasal dari motif Pekalongan, Solo, Yogyakarta, dan Betawi.
Sejumlah 20 outfit busana ditampilkan oleh Tina Andrean. Jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi empat sekuen fashion show.
Pada sekuen pertama, lima buah busana dengan potongan cocktail dress dihadirkan. Mulai dari motif Batik Betawi dengan motif bambu dengan garis potongan bustier, batik tulis hijau muda berlengan pendek dengan motif flora dan fauna, batik katun tulis burung merak hijau biru dalam bentuk potongan loose top. Hadir pula potongan busana model sabrina pleat plum dari batik sulam dengan warna merah dan ungu. Sekuen ini ditutup dengan Batik Betawi motif daun warna merah marun dengan kombinasi brokat yang ditampilkan dalam potongan off shoulder.
Fashion show dilanjutkan dengan sekuen busana batik untuk semi formal. Menurut Tina, jenis busana ini cocok untuk dikenakan dalam acara day to evening. Oleh karena itu, lima buah busana dihadirkan dengan potongan two pieces yang sederhana. Koleksi dalam sekuen ini didominasi oleh sackdress dan jaket, baik berpotongan pendek atau panjang.
Berikutnya, lima outfit busana yang digunakan untuk tampilan formal. Koleksi ini masih didominasi oleh sackdress serta outerwear atau cape panjang.
Sekuen terakhir, ditutup dengan lima gaun panjang yang cantik nan elegan. Modelnya pun beragam, mulai dari potongan asimetris, halter neckline, hingga one shoulder sleeveless.
Secara keseluruhan, Tina Andrean mengangkat desain batik tulis secara modern dengan tidak meninggalkan unsur-unsur tradisional dan sentuhan feminin nan elegan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.