SEBAGIAN besar orang mengaplikasikan parfum ke tubuhnya sebagai bagian dari kepribadian diri mereka. Untuk membuat keharuman parfum yang tahan lama, terdapat sejumlah cara yang dilakukan.
Selain menyemprotkannya pada titik-titik nadi tubuh, seperti pergelangan tangan atau bagian dalam lekukan siku, beberapa orang memiliki kebiasaan menyemprotkannya pada pakaian. Padahal cairan parfum diklaim dapat menimbulkan noda.
Lantas, tepat atau tidak menyemprotkan parfum atau wewangian pada pakaian? Menurut Alina, pakar parfum dari Firmenich, perfume house asal Swiss, tidak semua jenis merek parfum dapat menimbulkan noda pada pakaian ketika disemprotkan.
"Tidak bisa digeneralisasi semua parfum, tetapi memang ada beberapa parfum yang ada warnanya. Sehingga ketika disemprotkan pada pakaian, misalnya warna putih, warnanya pecah dan menimbulkan noda," ungkap Alina, yang ditemui seusai peluncuran Molto Eau de Parfum, di Sephora, Plaza Indonesia, Kemarin.
Meski begitu, Alina menambahkan jika sebagian besar parfum memang dapat disemprotkan pada pakaian. Ini menjadi alternatif lain bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
"Kalau yang kulitnya sensitif, aroma parfum umumnya akan lebih mudah hilang. Sehingga solusinya bisa menyemprotkan pada pakaian. Saya pun melakukan itu," tandas Alina.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.