KOMPETISI makan cepat memang bukan hal baru yang dilakukan, baik sekadar untuk hiburan atau dalam rangka promosi makanan. Namun sebaiknya, pemilihan menu untuk adu cepat makan adalah makanan yang tidak terlalu berisiko.
Karena adu cepat makan tentu saja membutuhkan kemampuan cepat untuk makan, sebaiknya menu yang dipilih adalah yang tidak tidak berisiko menyebabkan gangguan makan. Meskipun, sebenarnya makan jenis makanan apapun jika tidak hati-hati atau terburu-buru bisa menyebabkan gangguan makan, tak terkecuali tersedak.
"Menurut saya kalau kompetisi adu cepat makan, seharusnya makanannya yang tidak beresiko tinggi yang bisa menyebabkan hal ini (tersedak-red) terjadi," kata Chef Widhi Joestiarto kepada Okezone.
Misalnya seperti bagian tubuh ayam yakni sayap ayam, Chef Widhi Joestiarto berpendapat, menu ini kurang cocok sebagai makanan untuk adu cepat makan.
"Sayap ayam kan masih ada tulangnya. Tentunya kalau dengan tulang ya sangat berisiko," ungkap mantan Executive Chef hotel bintang lima di Jakarta ini.
Namun demikian, lanjut Chef Widhi, bukan karena jenis makanan, asal makanan atau tempat di mana orang tersebut makan, gangguan makan seperti tersedak lebih disebabkan karena si penyantap tidak hati-hati dalam menikmati makanan tersebut.
"Tersedak lebih kepada faktor alur makanan yang salah masuk dikarenakan sesuatu hal, misal terburu-buru atau sambil bicara misalnya," katanya.
Karenanya, pemilik gerai steak di kawasan Bekasi ini selalu menganjurkan, makan apapun bahkan tak terkecuali fast food, sebaiknya dilakukan dengan perlahan-lahan dan hati-hati. Selain untuk menikmati rasa makanan tersebut, ini juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan saat makan.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.