Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes Ajak Bayi Bule Imunisasi Polio di Bandara

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2016 |10:30 WIB
Kemenkes Ajak Bayi Bule Imunisasi Polio di Bandara
Imunisasi polio oral (Foto: Dawn)
A
A
A

GELARAN Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 tidak hanya menyasar anak Indonesia saja. Kementerian Kesehatan RI turut mengajak bayi dan balita yang datang dari luar negeri agar melakukan imunisasi polio di seluruh bandara.

Direktur Jenderal Pencegahan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh mengatakan, cara ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus polio liar yang berasal dari luar negeri, khususnya wilayah Timur Tengah.

"Imunisasi polio kita akan lakukan di semua fasilitas kesehatan, termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Jadi, kalau ada wisatawan asing datang bawa bayi dan balita, kita wajibkan imunisasi polio di bandara atau pelabuhan saat itu juga," katanya kepada wartawan di Kantor Kementerian Kesehatan, baru-baru ini.

Dia menambahkan, tujuan PIN Polio 2016 yaitu untuk memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio, dimana prevalensinya cukup tinggi. Imunisasi juga dapat memberikan perlindungan optimal dan merata pada balita dari seluruh belahan dunia.

Meskipun bayi "bule" yang melakukan imunisasi di Indonesia, tetap tak dipungut biaya. Ini sesuai dengan program pemerintah demi menyukseskan eradikasi polio yang menjadi komitmen global.

Sebagai informasi, PIN Polio 2016 dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pemberian imunisasi polio dapat diperoleh di POS PIN, posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, sekolah, pelabuhan, bandara, dan terminal.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement