Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Bedanya Durian Montong dan Durian Lokal

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2016 |13:30 WIB
Ini Bedanya Durian Montong dan Durian Lokal
Durian montong dan lokal berbeda dari rasa dan teksturnya (Foto: Necturajuice)
A
A
A

ANDA pecinta buah durian? Pasti hafal dengan rasanya yang punya karakteristik berbeda antara durian lokal dan durian impor seperti montong misalnya. Apa bedanya, yuk cari tahu.

Pecinta sekaligus pakar durian Reza Tirtawinata dari Yayasan Durian Nusantara, mengatakan durian lokal dan durian montong punya tekstur yang jauh berbeda karena proses panennya berbeda.

“Kalau durian montong dipanen pas masih mengkal jadi dipetik, kalau durian lokal nunggu matang pohon dan nggak boleh dipetik” kata Reza saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hal ini mempengaruhi rasa dan tekstur durian. Reza lanjut menjelaskan, durian montong bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama karena dipanen dalam keadaan belum matang sepenuhnya. “Montong kan panennya masih mengkal jadi lebih awet dan bentuk dagingnya juga kelihatan kekar beda sama lokal punya yang dagingnya lebih lembek. Tapi, itu semua kembali lagi ke selera konsumen lebih suka yang teksturnya seperti apa” beber Reza.

Dari segi rasa juga berbeda, durian lokal mempunyai rasa yang lebih gurih meskipun kadang rasa manisnya masih kurang dibanding montong. “Durian kita lebih gurih, artinya lebih berlemak. Tapi beberapa spesies punya tingkat kemanisan yang kurang” ujar Reza.

Durian lokal Indonesia sebenarnya punya beberapa jenis yang berkualitas dan bisa bersaing dengan durian impor namun jumlah varietasnya masih terbatas sehingga hanya segelintir orang saja yang tahu.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement