SARANG burung walet umumnya diolah menjadi hidangan sup. Hampir tidak ditemui sarang burung walet yang diolah dengan cara digoreng, ternyata bahan makanan tidak direkomendasikan untuk di goreng.
Hal ini dikatakan Chef Tukiran yang menyebut sangat sayang jika sarang burung walet diolah dengan digoreng. “Bukan tidak boleh tapi sayang kalau digoreng. Kandungan nutrisinya nanti rusak. Ini kan bahan mahal jadi sebaiknya diolahnya juga hati-hati supaya tidak sia-sia,” jelas Chinnese Chef ini.
Sarang burung walet memang bisa dikatakan makanan mewah dan mahal karena harga perkilonya mencapai Rp12 juta. Mengolahnya dengan cara direbus menjadi sup dianggap cara terbaik untuk memasak sarang burung walet.
“Soalnya kalau dibuat sup dia kandungannya tidak kemana-mana. Kaldu rebusannya juga bisa dimakan jadi tidak ada yang terbuang,” tambah Chef Tukiran kepada Okezone.
Sup sarang burung walet biasa tersaji saat perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Sebagian besar masyarakat Tionghoa terutama yang berkemampuan menengah pasti akan menyuguhkan sup sarang burung menjadi hidangan yang spesial.
Sup sarang burung ini biasanya dipadukan dengan berbagai bahan misalnya daging kepiting, scallop atau bahan lainnya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.