Mempelajari jalur yang hendak dilalui saat melakukan pendakian sangatlah penting. Apalagi, hujan yang turun bisa meningkatkan risiko yang dihadapi.
Hindari jalur-jalur yang berisiko tinggi dan membahayakan. Seperti rawan longsor atau sangat licin. Lebih baik pilih jalur yang mudah dan tidak perlu memaksakan diri. Memilih gunung yang memiliki banyak shelter juga bisa menjadi pertimbangan, pendaki bisa dengan mudah menemukan tempat berteduh.
Pantau cuaca
Sebelum pendaki memutuskan untuk mendaki, sebaiknya memantau cuaca di daerah gunung yang akan didaki lewat situs BMKG atau aplikasi cuaca seperti AccuWeather yang bisa dipasang di HP. Walau cuaca di gunung sulit di prediksi namun setidaknya ada gambaran.
Jangan gunakan sandal
Di musim hujan, pendaki akan menghadapi jalur yang licin, becek, dan berlumpur. Sandal bisa dengan mudah terperangkap dalam belitan lumpur yang mengakibatkan rentan putus. Maka, gunakan sepatu boots yang kedap air sehingga pendaki bisa bermanuver dengan lebih baik.
Sebagai tambahan, pendaki juga bisa menyampirkan gaiter dikaki. Fungsinya, untuk menghindari gigitan lintah atau pacet yang biasanya keluar kandang di musim hujan.
Strategi
Mendaki di musim hujan itu perlu strategi. Karena banyak mengadung resiko. Kalau rombongan banyak, orang-orang yang kuat, diposisikan di depan, agar saat sampai lokasi bisa bangun tenda dulu. Usahakan jangan sendiri, minimal berdua. Selain bawa tenda, pendaki juga bawa alat masak.