Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menguak Mitos Seputar Sunat

Erika Kurnia , Jurnalis-Selasa, 15 Desember 2015 |04:50 WIB
Menguak Mitos Seputar Sunat
Mitos seputar sunat (Foto: Clutchmagonline)
A
A
A

Tidak boleh makan telur dan daging setelah khitan

Faktanya, menurur dr Mahdian, justru makanan tersebut mengandung protein tinggi yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Manfaat protein adalah untuk membentuk jaringan, pengganti sel yang rusak, dan berperan sebagai pembangun tubuh anak.

Fenomena dikhitan jin

Kepercayaan tersebut adalah salah. Faktanya, kondisi penis anak seperti disunat bisa dijelaskan secara ilmiah. Masalah yang umum adalah karena adanya gangguan yang menyebabkan kulup penis tertarik ke belakang dan tidak bisa dikembalikan, lalu membengkak. Ini disebut parafimosis.

"Parafimosis adalah istilah medis untuk kelainan bentuk penis yang terjadi karena preputium tertarik ke belakang, dan melipat, serta menjerat batang penis, sehingga tidak bisa lagi ditarik ke depan. Ini menyebabkan kepala penis terlihat seolah-olah seperti habis dikhitan,” jelasnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement