HIV/AIDS menjadi ancaman mematikan, khususnya bagi kalangan penjaja dan pembeli seks, ibu rumah tangga, hingga bayi. Sayangnya, tidak semua orang memahami proses penularan virus berbahaya itu hingga akhirnya merenggut nyawa.
Dijelaskan dr Siti Nadia Tarmizi IBBS, Kasubdit HIV-AIDS dan Penyakit Menular Seksual dari Kementerian Kesehatan RI, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan melemahnya pertahanan tubuh terhadap penyakit, maka tubuh menjadi rentan terhadap sejumlah infeksi bahkan yang berpotensi mengancam nyawa.
HIV dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Orang yang terinfeksi HIV biasa dikenal dengan orang dengan HIV (ODHA).
Saat awal tubuh terinfeksi, biasanya tidak menunjukkan gejala. Kemudian gejala yang berat akan muncul setelah 5-10 tahun dari awal infeksi. Namun apabila tidak segera diobati, HIV dapat menyebabkan kasus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Ini adalah suatu kumpulan gejala yang muncul akibat penurunan kekebalan tubuh pada stadium lanjut dari orang yang terinfeksi HIV, yang dikenal luas sejak tahun 1981.
"HIV terdapat dalam cairan tubuh ODHA berupa darah, cairan sperma, cairan vagina dan ASI. Seseorang dapat terinfeksi HIV, bila kontak dengan cairan tersebut," ujar dr Nadia dalam keterangan pers Peringatan Hari AIDS Sedunia 2015 yang diterima Okezone, Selasa (1/12/2015).
Adapun cara penularan virus HIV yang paling sering terjadi yaitu:
- Seseorang melakukan kontak seksual yang berisiko tanpa menggunakan kondom dengan ODHA.
- Kontak dengan darah atau cairan yang terinfeksi, melalui tusukan jarum dan alat suntik yang tidak steril, pemakaian jarum suntik secara bersama, dan produk darah yang terkontaminasi.
- Penularan dari ibu dengan HIV ke bayi, pada masa kehamilan, persalinan dan saat menyusui.
- Cara lain yang lebih jarang seperti tato, transplantasi organ dan jaringan, inseminasi buatan, tindakan medis semi invasif yang pada prinsipnya tidak menggunakan alat yang sekali pakai dan tidak steril.
- Infeksi menular seksual (IMS) yang diidap seseorang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan HIV.
Di luar masalah itu, Anda tak perlu khawatir tertular virus HIV jika hanya berhubungan secara sosial dan kontak non seksual dengan para ODHA.
"Seperti contoh berciuman, pemakaian bersama alat makan dan minum, sentuhan tubuh, atau penggunaan toilet umum dengan ODHA tidak akan menularkan virus," terang dr Nadia.
Juga, perlu diingat bahwa HIV juga tidak disebarkan oleh nyamuk atau serangga lainnya. Dengan demikian, jangan khawatir dan terlalu berlebihan menyikapi hal ini dalam kehidupan sehari-hari.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.