“Saya hanya ingin keluar dari zona aman dan ingin mengeksplor koleksi tahun depan,” terang pemilik butik Balibatiku ini kepada Okezone.
Ia juga menjelaskan, keunggulan dari koleksinya adalah memiliki motif yang orisinal dan tidak ada di tempat lain. Mulai produksi yang berawal dari kain putih menjadi motif, produksi pewarnaan, kain putih yang di-print, dan dicelup sendiri.
“Bahkan untuk menentukan motif batik patra ini saja, saya butuh waktu riset satu tahun. Motifnya memang tidak mudah, makanya dalam perhelatan BFT 2016 ini menjadi momen untuk me-launching produksi saya diterima pasar,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.