Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbedaan Tradisi Minum Teh di Asia dan Eropa

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Selasa, 15 September 2015 |18:11 WIB
Perbedaan Tradisi Minum Teh di Asia dan Eropa
Suasana high tea (Foto: Piecesofvictoria)
A
A
A

MESKIPUN sama, kebiasaan minum teh di setiap daerah memiliki perbedaan yang yang terlihat jelas. Hal ini bisa terlihat dari cara masyarakatnya menikmati segelas teh serta varian teh yang menjadi suguhan.

Di Asia khususnya di Jepang dan di China, orang menikmati teh dengan cara yang berbeda dengan di Eropa, seperti Inggris. Hal ini dikatakan Chef Nanda Hamdalah yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Minum teh di Asia saja sudah jelas berbeda, misalnya Jepang dan China punya kebiasaan masing-masing yang unik,” kata chef selebriti ini.

Chef Nanda juga mengatakan di Jepang, masyarakatnya minum teh sambil ngobrol bersama keluarga.

“Minum teh di Jepang sudah jadi budaya, orang-orangnya minum teh buat ngobrol sama keluarga,” jelas chef yang baru saja menjadi juri dalam lomba high tea yang disajikan di restoran.

Lain halnya dengan di China yang masyarakatnya mengonsumsi teh sebagai obat dan untuk alasan kesehatan. “Di China orang minum teh buat obat, makanya di sana banyak varian teh herbal” tambah Chef Nanda.

Di Eropa khusunya Inggris, teh diminum sebagai teman bersantai saat berkumpul bersama keluarga atau teman. Penyajian teh di Inggris sangat berbeda karena teh disajikan dengan konsep yang mewah dan dikenal dengan sebutan high tea. Orang Inggris minum teh yang disajikan dalam cangkir mewah dan dilengkapi dengan snack kecil sebagai camilan.

“Di Inggris, minum teh jadi kegiatan yang mewah, mereka minum sambil menikmati petit four atau makanan kecil,” pungkas Chef Nanda diselingi senyum.

(Yogi Cerdito)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement