SAAT perut lapar tapi belum ingin menyantap hidangan berat, pantiaw sementara bisa mengganjal perut. Menu pembuka ini patut Anda coba saat berkunjung ke Bangka Barat.
Saat berada di Kota Muntok, Kabupten Bangka Barat, Okezone berkesempatan mencicipi pantiaw. Pantiaw yang belum disiram kuah warnanya putih bersih. Ada taburan bawang goreng dan seledri di atasnya yang membuat sajiannya semakin menarik untuk dicicipi.
Pantiaw umum dinikmati sebagai sarapan oleh masyarakat lokal di Kota Muntok. Dibuat dari tepung beras, membuat hidangan ini memang cocok disantap sebagai pengganjal perut sementara.
Tak ada campuran ikan untuk membuat pantiaw ini, hanya tepung beras sebagai bahan utama. Namun pantiaw harus disantap dengan kuah kaldu dari ikan dan udang. Kuah berwarna agak kuning yang membuat sajian ini semakin menggugah selera untuk disantap.
Dari tampilannya, pantiaw seperti dibuat dari adonan yang kemudian digulung-gulung baru kemudian dipotong kecil-kecil.
Pantiaw harus disiram dengan kuah yang panas agar semakin mematangkannya dan bumbu kuah meresap. Ketika Okezone mencicipi, teksturnya yang sudah disiram kuah panas, menjadi kenyal. Pantiaw-nya sendiri tidak memiliki rasa. Rasa sajian ini adalah berasal dari kuah kaldu yang terbuat dari ikan dan udang. Jangan lupa menambahkan secukupnya sambal agar rasanya semakin lezat.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.