Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pura di Rawamangun Sejukkan Hati

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Rabu, 02 September 2015 |13:23 WIB
Pura di Rawamangun Sejukkan Hati
Pura Rawamangun sejukkan hati (Foto: Helmi Saputra)
A
A
A

DI Jakarta berdiri beberapa pura Hindu, salah satunya Pura Aditya Jaya. Pura ini terbilang indah dan menarik dikunjungi.

Pura Aditya Jaya berlokasi di Jalan Daksinapati Raya No. 10, Rawamangun, Jakarta Timur. Pura Aditya Jaya ini terbagi dalam tiga wilayah utama.

Di luar wilayah Pura Aditya Jaya yang disebut Nista Mandala terdapat sejumlah gazebo beratap rumbia dengan keempat tiangnya dibalut kain merah.

Selain itu, di wilayah Nista Mandala atau Jaba Sisi ini terdapat Bale Gede dan toko-toko buku ajaran Hindu. Di wilayah Nista Mandala suasananya cukup sejuk dan nyaman untuk berkumpul karena berdiri kokoh beringin rindang.

"Nista Mandala ini kawasan tempat berkumpul antar umat manusia. Di Nista Mandala kita bisa saling bertukar pikiran, tetapi setelah memasuki Madya Mandala pikiran harus kosong," ujar I Gusti Kompiyang Suanda selaku pengurus dan pengelola kepada Okezone di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur.

Setelah itu, kita bisa melalui pintu gerbang untuk memasuki wilayah Madya Mandala atau Jaba Tengah. Di Madya Mandala terdapat bangunan yang disebut Bale Wentilan.

"Fungsinya seperti aula dan sarana membuat sesajen sebelum ke Mandala Utama. Selain itu, bale ini juga biasa digunakan sebagai tempat latihan menari dan terdapat gudang untuk menyimpan gamelan," tutur I Gusti Kompiyang Suanda.

Kemudian, kita bisa melewati pintu gerbang paduraksa untuk menuju Mandala Utama. Di sini merupakan tempat para umat Hindu beribadah. Di Mandala Utama terdapat candi terbesar Pura Aditya Jaya atau disebut patmasana.

"Patmasana merupakan gambaran apa yang tidak terpikirkan atau sifat dari Tuhan. Bentuknya menggambarkan kehidupan bumi yang melambangkan keseimbangan hidup di dunia," jelasnya.

Selanjutnya, di belakang patmasana terdapat sebuah tempat yang disebut Taman Sari. I Gusti Kompiyang mengatakan, Taman Sari berfungsi untuk membersihkan alat-alat peralatan sembahyang.

"Dalam keyakinan umat Hindu merupakan, air di taman sari merupakan air suci yang bersumber dari Dewa Wisnu untuk membersihkan alat-alat sembahyang," tutupnya.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement