Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Wol Terasa Gatal di Kulit

Yogi Cerdito , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2015 |16:37 WIB
Ini Alasan Wol Terasa Gatal di Kulit
Wanita menggunakan syal dan sweater wol (Foto: Kitchenvignettes)
A
A
A

KETIKA Anda berwisata ke dataran tinggi, misalnya saja Bandung atau Dieng, tentu Anda membutuhkan baju hangat. Item fesyen seperti sweater atau syal umumnya terbuat dari wol. Namun, ada kalanya item-item fesyen wol tersebut terasa gatal di kulit.

Tenang, rasa gatal itu bukan karena kulit Anda sedang berjamur. Penyebab utamanya terletak pada bahan wol yang yang digunakan untuk item tersebut. Banyak faktor yang memengaruhi rasa gatal saat menggunakan item fesyen berbahan wol.

Faktor manusia

Rasa gatal yang timbul karena gesekan kulit dan bahan wol berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada: ketebalan kulit; umur, semakin tua semakin sesitif; suhu udara, rasa gatal dipicu oleh hawa panas; dan kelembapan kulit, makin lembap makin gatal.

Jenis wol yang digunakan

Wol merino diketahui tidak terlalu menyebabkan rasa gatal dibandingkan wol biasa, bahkan terasa bukan seperti wol. Kenapa? Karena jika dilihat di bawah mikroskop, tekstur serat yang ada pada wol merino lebih teratur dibandingkan wol standar. Tekstur pada wol merino tampak bergaris-garis horizontal, sementara wol standar tidak beraturan.

Diameter fiber

Fiber yang baik, seperti pada wol merino, memberikan rasa nyaman yang lebih. Batas terendah kenyamanan kain pada kulit adalah 28 micron. Campuran kimia dan fiber lain yang salah pada wol bisa menimbulkan gatal pada kulit, seperti dituturkan Rajesh Bahl, Manager Emerging Markets Woolmark di Ballroom Grand Hyatt, Jakarta, Senin (31/8/2015).

(Yogi Cerdito)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement