Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini mengaku sedih sekaligus kecewa lantaran harus pulang di minggu ini. Pasalnya, dia sudah kerja keras untuk sampai di babak 7 besar dan impiannya harus terhenti.
"Perasaan saya sedih campur kecewa. Padahal, saya di babak 10 besar itu performance-nya lumayan bagus. Dua kali menang challenge dan gak ikut elimination test. Tapi, pas tujuh besar ternyata saya di eliminasi," kata Risky kepada Okezone melalui pesan elektronik, Sabtu, (29/8/2015).
Risky mengakui, masuk ke dalam babak tujuh besar sudah merupakan pencapaian terbaiknya. Pasalnya, dia merasa masih banyak kontestan lain yang punya pengalaman mumpuni dalam dunia masak.
"Alhamdullah memang. Awalnya enggak menyangka saya bisa sampai sejauh ini. Karena kalau dilihat dari kompetitor lainnya, saya yang paling enggak punya basic (memasak-red)," tambah Risky.
Lebih lanjut, banyak pengalaman bermanfaat yang dia dapat selama ada di Galeri MasterChef Indonesia yang dapat menjadi bekal di karir selanjutnya.
"Ilmu-ilmu masak dan kekeluargaan. Saya banyak tahu basic (memasak-red) karena sering sharing sama teman-teman. Khususnya Ardi, Bachien dan Yulia," tandasnya.
Lebih lanjut, kendati Risky harus tereliminasi dari MCI4 ini. Rupanya, dia punya impian besar dan akan tetap meneruskan karirnya dibidang kuliner.
"Ini akan jadi turning point saya buat di dunia kitchen. Karena MCI, banyak yang nawarin buka usaha di Surabaya. Sekarang lagi tahap penjajakan, meeting buat bikin apa. Akhir Agustus nanti saya juga ada delegasi ke China dari Kemenpora. Setelah dari sana, baru serius ngomongin bisnis makanan dengan partner," pungkasnya.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.