Namun gereja ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menyaksikan dan berkeliling di salah satu cagar budaya Jakarta ini.
Awalnya, Gereja Katedral bernama Santa Maria Diangkat ke Surga dan diberkati oleh Pastor Lambertus Prinsen pada 6 November 1829.
Namun kemudian gereja ini sempat runtuh dan dibangun kembali pada 1891 oleh Pastor Antonius Dijkmans SJ.
Pembangunan gereja sempat dihentikan karena kekurangan biaya. Untuk mengatasi hal tersebut, kotak misi pun diedarkan di Belanda. Tujuannya adalah untuk mencari dana sehingga pembangunan dapat dilanjutkan.
"Saat pembangunan terhenti, diedarkan kotak misi ke Belanda karena saat itu semuanya memang di bawah kendali Belanda," ujar Lili selaku pengurus Museum Katedral kepada Okezone di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).