"Beda sekali sama dulu di tahun 90an. Kapal-kapal kayu masih banyak, jasa wisata sampan pun juga banyak tapi sekarang kondisi toilet parah, tidak ada tempat teduh, penjaja makanan juga tidak ada otomatis membuat turis lokal maupun asing sudah tidak mau datang lagi," paparnya.
Hal serupa diakui Sutino, jasa wisata sampan mengaku harus menyudahi pekerjaannya sebagai jasa wisata sampan karena sudah jarang turis yang datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
"Kalau turisnya banyak kita sebagai jasa wisata sampan pasti akan terus ada, tapi yang datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa turis bisa dihitung pakai jari saja. Saya berharap Pelabuhan Sunda Kelapa diperbagus agar jasa wisata sampan terus ada," tutupnya kepada Okezone.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.