" Yang menyedihkan adalah bahwa Emily tidak harus menderita seperti itu. Kematiannya bisa dihindari dengan pengobatan yang tepat pada titik yang tepat," kata dokter umum, Alistair James, seperti dikutip dari Womenshealth, Rabu (8/7/2015). Emily diresepkan obat pencahar, tetapi ia menolak perawatan medis.
Frank R. Malkin, MD, seorang gastroenterologist di Charles River Medis Associates di Natick, Massachusetts, mengatakan bahwa kasus kematian karena menahan kotoran di perut jarang terjadi. Anak remaja seperti Emily yang normal, tidak pernah menahan BAB selama beberapa minggu, dan sewajarnya mampu mengatasi masalah kesulitan BAB dengan mengambil obat yang tepat.
"Kesulitan buang air besar dalam waktu lama justru lebih sering terjadi pada anak-anak," kata Carin Cunningham, Ph.D., seorang psikolog anak di Rumah Sakit Anak Seattle. "Saat anak mengalami sembelit parah, mereka akan menjadi takut untuk BAB dan menjadi kebiasaan,” tambahnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.