OKEZONE.COM, JAKARTA - Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal memiliki keunikan. Salah satunya adalah bentuk berbeda dari masjid lainnya.
Pembangunan Masjid Istiqlal sendiri diarsiteksi oleh Frederich Silaban yang notabene beragama Kristen Protestan. Meski begitu, dia berhasil membangun sebuah masjid megah dengan segala keunikan arsitekturnya.
Muhammad Wahyono sebagai Wakil Ketua Bidang Takmir Masjid Istiqlal mengatakan, bangunan Masjid Istiqlal tidak seperti bangunan arsitektur Islam lain. Berbeda dengan bangunan arsitektur Islam lainnya, bentuk Masjid Istiqlal tidak mengenal lengkungan-lengkungan.
"Karena, Masjid Istiqlal tidak mengenal lengkungan-lengkungan. Jadi, semua bentuk bangunan di Masjid Istiqlal itu semua segi empat," ujarnya kepada Okezone di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa 30 Juni 2015.
Sebagai masjid di negara Indonesia, arsitektur Masjid Istiqlal mempertimbangkan keberadaannya di kawasan yang beriklim tropis.
Oleh karenanya, bangunan masjid dirancang agar udara dapat bebas bersirkulasi, sehingga ruangan tetap sejuk serta jamaah terbebas dari panas matahari dan hujan.
Selain itu, ruangan salat yang berada di lantai utama dan terbuka sekelilingnya diapit oleh pelataran terbuka di kiri dan kanan bangunan utama dengan tiang-tiang yang lebar. Hal tersebut juga agar memudahkan sirkulasi udara dan penerangan yang alami.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.