Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curug Pengantin di Banyumas Bernilai Mistis

krjogja.com , Jurnalis-Senin, 08 Juni 2015 |21:10 WIB
Curug Pengantin di Banyumas Bernilai Mistis
Curug Pengantin di Banyumas bernilai mistis (Foto: Ero/Krjogja)
A
A
A

LIBURAN di Kabupaten Banyumas, jangan lupa mengunjungi Curug Pengantin. Curug Pengantin disebut-sebut bernilai mistis.

Kabupaten Banyumas boleh dibilang sebagai daerah seribu curug. Pasalnya, cukup banyak air terjun atau curug yang dikenal sebagai tempat wisata, seperti Curug Cipendhok, Curug Baturaden, dan Curug Nangga.

Ada satu curug lagi yang sebenarnya lebih bernilai mistis, dan indah, yakni Curug Pengantin. Secara mitos, suami istri yang datang kesitu, cintanya bakal abadi.

Curug tersebut ada di Dusun Cidondong, Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, Banyumas. Karena air terjunnya ada dua buah dan berjejer sejoli, maka Curug tersebut dinamai sebagai Curug Pengantin. Warga Dusun Cidondong pun mengharapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas memperhatikan potensi Curug Pengantin sebagai aset wisata seperti curug lainnya, ada Curug Cipendhok, Curug Baturaden, dan Curug Nangga.

Keindahan Curug Pengantin tidak kalah dengan Curug Cipendhok yang sudah terkenal di mana-mana. "Jadi, curugnya dua, berundak-undak. Untuk menuju ke curug tidak dapat menggunakan sepeda motor, harus ditempuh jalan kaki sejauh 500 meter. Itu bisa jadi wisata hiking atau olahraga dalam udara sejuk," ujar Supram (60), warga RT 3/RW 3, Desa Cirahab.

Disebutkan, Curug Pengantin ini, tidak pernah kering. Lokasinya, sekitar 40 km dari Kota Purwokerto atau 8 km dari Kecamatan Wangon dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, selanjutnya diteruskan dengan berjalan kaki.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement