“Ini adalah kehidupan nyata dari seseorang. Jika dia suka minum, Anda tahu. Jika dia suka bekerja, Anda juga tahu. Tidak ada yang bisa disembunyikan di kota yang kecil,” ujar Dumitru Pop, seorang penyair dan petani yang juga menjadi pengganti Patras dikutip Huffingtonpost, Rabu (20/5/2015).
Di nisan-nisan tersebut terdapat gambar dari orang yang sudah meninggal. Di Merry Cemetery, Anda juga bisa melihat batu nisan yang dipenuhi dengan epitaf yang puitis dan pedih. Semua tertulis dengan jelas di nisan berwarna biru.
“Para keluarga benar-benar ingin kehidupan sebenarnya dari mendiang bisa direpresentasikan di kayu salib,” lanjut Pop.
Pop diperkirakan memproduksi sekira 10 kayu salib setiap tahunnya. Pemakaman ini kini menjadi salah satu tempat wisata karena menarik minat wisatawan untuk melihat pemakaman yang berwarna ini.
Dengan biaya 1 dollar AS atau sekira Rp13 ribu, Anda bisa masuk ke area pemakaman ini. Di sini Anda akan menyaksikan sendiri bagaimana pemandangan Merry Cemetery yang berwarna-warni dan dipenuhi dengan karya yang menggambarkan kehidupan orang yang dimakamkan di sini.(jjs)
(Palupi Ambardini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.