Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketahui Asal dan Bagaimana Bau Mulut Keluar

Erika Kurnia , Jurnalis-Rabu, 22 April 2015 |07:14 WIB
Ketahui Asal dan Bagaimana Bau Mulut Keluar
Asal dan bagaimana muncul bau mulut (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

BAU mulut atau halitosis dapat menjadi masalah besar, terutama bila Anda ingin berkencan dengan pacar atau mengobrol lebih dekat dengan teman-teman Anda. Tapi apakah Anda pernah bertanya-tanya dari mana dan bagaimana bau mulut yang sebenarnya bisa tercium?

Bau mulut disebabkan oleh bakteri penghasil bau yang tumbuh di dalam mulut. Bila Anda tidak menyikat secara teratur, bakteri menumpuk pada sisa makanan yang tersisa di mulut dan di antara gigi-gigi Anda. Senyawa sulfur yang dilepaskan oleh bakteri ini membuat napas Anda bau.

Makanan tertentu, terutama yang seperti bawang putih dan bawang merah yang mengandung minyak pedas, dapat berkontribusi untuk bau mulut. Hal in karena minyak dibawa ke paru-paru dan keluar melalui mulut Anda. Merokok juga merupakan penyebab utama dari bau mulut.

Bau mulut pagi hari

Hampir semua orang juga memiliki masalah halitosis di pagi hari. Ketika kita tidur, aliran air liur secara drastis berkurang, sementara lidah dan pipi Anda bergerak sangat sedikit. Hal ini memungkinkan residu makanan stagnan di sel-sel mati mulut menumpuk, di permukaan lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.

Sebagaimana dilansir dari Timesofindia, (22/4/2015) saat bakteri di mulut Anda mulai bekerja dan memecah residu ini, mereka akan menghasilkan bau yang tidak menyenangkan.Meskipun normal, orang dengan hidung tersumbat yang bernapas melalui mulut pada malam hari lebih rentan mendapati masalah bau mulut.

Napas pagi biasanya akan menghilang setelah sarapan, minum, setelah menyikat gigi, atau setelah air liur mulai mengalir lagi dan menghanyutkan residu sisa ke dalam perut.

Bau mulut sesekali

Penyebab paling umum dari halitosis yang muncul sesekali ini termasuk kebiasaan merokok, minum alkohol, atau makan makanan tertentu. Merokok juga mengurangi aliran air liur dan memperburuk bau mulut.

Diet tertentu atau puasa juga dapat menyebabkan halitosis. Ketika tubuh tidak lagi mendapat pasokan karbohidrat, tubuh akan memecah glukosa yang disimpan dalam otot dan hati. Setelah beberapa jam, tubuh mulai memecah simpanan lemaknya. Produk limbah metabolisme tersebut, yang dikenal sebagai keton, memberikan bau yang khas.

Anda juga dapat mencium napas tidak sedap dari siapa saja habis berolahraga dan tidak makan cukup karbohidrat sebelum atau setelah mereka berolahraga. Orang-orang yang menjalani diet tinggi protein yang ketat juga dapat mengalami efek yang sama.

Namun demikian, bau mulut ini dapat dikendalikan jika Anda rutin menjaga kebersihan mulut dengan cara tepat, seperti sikat gigi minimal dua kali sehari.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement