Tang menjelaskan mengenai teori tentang asal-usul Festival Lampion. Sebuah teori mengatakan bahwa selama kepemimpinan Dinasti Han sekira tahun 208 SM, festival ini hanya dirayakan di istana dan memiliki aspek religius.
“Doa digelar untuk menandai festival dan orang berdoa kepada Dewa Tai Yi. Kaisar menggunakan perayaan dan ritual keagamaan untuk menunjukkan bahwa ia diberi mandat oleh Tuhan untuk menjadi penguasa,” ujarnya.
Pada saat itu, istana akan dihiasi oleh lampion. Semasa Dinasti Tang, Cap Go Meh dirayakan selama tiga hari, Dinasti Song selama lima hari dan Dinasti Ming selama 10 hari. Lalu festival ini menyebar dan dilakukan oleh masyarakat biasa.
Tang juga mengungkapkan ada kebiasaan yang dilakukan orang-orang selama Cap Go Meh. Salah satunya adalah dengan berjalan-jalan keluar rumah, bukannya mengurung diri di rumah. Hal ini diyakini dapat menangkal penyakit.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.