KETIKA membeli baju bekas, orang-orang cenderung menciptakan model sesuai kreasinya sendiri. Hal ini pun diakui artis Dwi Andhika.
Sebagai seorang artis lulusan merancang busana, Dwi Andhika mengaku sering membeli baju-baju bekas. Bahkan dari baju bekas itu, ia membuat model dengan kreasinya sendiri.
“Kalau baju-baju bekas itu memang beda dengan tren busana yang ada. Tapi sekarang ini, penampilan mulai kembali lagi ke zaman dahulu, cuma dibikin simpel saja. Biasanya aku beli barang-barang bekas itu dirombak lagi,” katanya kepada Okezone ketika dihubungi melalui telefon, Sabtu (7/2/2015).
Dwi beralasan, orang zaman dulu suka memberikan lebih banyak ornamen. Ornamen-ornamen itu yang kemudian ia modifikasi kembali.
“Intinya, aku tidak takut beli barang bekas dan selalu modifikasi atau kreasikan lagi,” imbuh dia.
Hal ini juga diamini para pedagang baju bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Selain jenis yang ditawarkan sangat terbatas, modelnya pun tidak mengikuti tren busana saat ini. Sehingga para pembeli cenderung menciptakan model sendiri.
“Kalau model di sini macam-macam. Tapi orang datang ke sini bukan cari apa yang lagi model, tapi apa yang cocok dan dijadikan model oleh dia sendiri,” kata salah satu pedagang kepada Okezone di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Karena jumlahnya terbatas, pedagang selalu menyarankan agar para pembeli sabar dan fokus saat memilih baju. Pasalanya kalau terlewat, seringkali pembeli kesal karena baju yang disukai sudah diborong pembeli lain.
“Di sini baju-bajunya terbatas, tidak ada yang sama. Jadi, kalau mau pilih harus fokus dan sabar agar dapat baju yang sesuai selera dan tidak diambil orang. Kadang suka ada yang menyesal karena barang yang dimau sudah diambil orang,” simpul pedagang yang tidak mau disebutkan namanya itu. (ndr)
(Tuty Ocktaviany)