FASILITAS yang terbatas membuat sebagian pasien kanker pergi ke luar negeri untuk pengobatan. Namun tak sedikit pasien yang bisa sembuh berkat pengobatan di Indonesia, dan dijuluki survivor.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM. Meskipun fasilitas kesehatan di layanan primer sangat terbatas, pasien mempunyai harapan hidup panjang umur.
"Pasien kanker yang sembuh di Indonesia sebenarnya cukup banyak, walaupun fasilitas kita terbatas. Di Jakarta saja rumah sakit pemerintah yang aktif tangani kanker yaitu RS Dharmais dan RS Gatot Subroto, tapi ada juga rumah sakit lain yang bisa menyembuhkan kanker, ujarnya di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Lebih lanjut, fasilitas kesehatan yang sering dinyatakan kurang yakni, alat untuk radioterapi untuk pasien kanker. Rumah sakit yang memiliki tersebut hanya di RS Cipto Mangunkusumo dan RS Dharmais.
"Biasanya kalau untuk penyembuhan kanker itu kan dengan radioterapi dan kemoterapi, prinsipnya kurangnya masalah ini pada saat pasien memerlukan radioterapi kanker, alat-alatnya terbatas," imbuhnya.
dr Subuh pun menjelaskan sebaiknya pasien dengan stadium dini masih bisa disembuhkan dengan pengobatan. Dengan catatan tak perlu lagi untuk berobat ke negeri tetangga.
"Yang penting begini, saat pasien masih stadium awal, pasien itu memasuki golden periode bisa disembuhkan. Bahkan kalau sudah stadium tiga pun kankernya masih terlokalisir, kita usahakan sembuh, daripada harus ke luar negeri," pungkasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.