KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI turut berperan dalam membantu identifikasi jasad AirAsia QZ 8501. Bentuk bantuan itu berupa sumbangan kantong jenazah dan tenaga ahli untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr Nila F Moeloek SpMk mengatakan, tenaga ahli yang mengidentifikasi jasad pesawat nahas itu, dibantu oleh jajaran akademisi universitas ternama di Indonesia. Selain itu pula, ada bantuan ahli medis dari negara-negara sahabat.
"Waktu saya ke Surabaya kemarin, saya melihat tenaga ahli mendapat kerjasama dari Universita Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan bantuan dari luar negeri juga ada," ucapnya kepada Okezone saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (9/1/2015).
Sementara itu, kantong jenazah yang disumbangkan oleh Kemenkes RI untuk proses identifikasi tersebut, diberikan sebanyak jumlah korban yang menumpang pesawat milik Malaysia, yang jatuh di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Meskipun semakin lama jasad korban sudah dalam kondisi semakin memprihatinkan.
"Kalau jumlah kantong jenazah ya sesuai dengan jumlah korban. Kalau di dalamnya ada 162 ya kita berikan berdasar jumlah itu," imbuhnya.
Untuk batas waktu identifikasi jasad, sambungnya, Kemenkes RI akan turut campur tangan bantu identifikasi hingga semuanya korban ditemukan oleh tim evakuasi.
"Dari kami proses identifikasi itu terus berlangsung sampai semua ditemukan. Kami tidak menentukan batas akhir dalam hal ini," tutupnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.