Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Psikologis Keluarga Korban AirAsia Akan Berbeda

Evi Elfira , Jurnalis-Rabu, 31 Desember 2014 |16:15 WIB
Dampak Psikologis Keluarga Korban AirAsia Akan Berbeda
Dampak Psikologis Keluarga Korban AirAsia Akan Berbeda
A
A
A

DITEMUKANNYA jasad penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang telah hilang selama tiga hari membawa luka batin tersendiri bagi keluarga korban. Lantas, apa dampak psikologis yang mungkin timbul dari peristiwa tersebut?

Menurut psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NLPm, peristiwa tenggelamnya pesawat AirAsia dapat menimbulkan secondary trauma pada keluarga korban. Apalagi, setiap orang memiliki penerimaan yang berbeda dalam menghadapi masalah.

“Asosiasi trauma dan stimulus trauma bisa bermacam-macam. Asosiasi trauma maksudnya adalah bagaimana penerimaan seseorang dalam menghadapi traumanya. Itu tergantung dari individu masing-masing dalam mengasosiasikannya,” katanya Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.

Untuk mengatasinya, Kepala Seksi Advokasi Bidang Pencegahan BNN Kepulauan Riau ini mengatakan akan tergantung pada setiap individu. Kembali lagi, hal ini terkait bagaimana mereka menoleransi kejadian tersebut.

“Untuk jangka waktu seseorang mengalami trauma juga bergantung kepada individu masing-masing. Karena untuk masalah psikologis, kita berbicara tentang manusia. Tiap manusia itu unik dan memiliki tingkat toleransi stres masing-masing,” tutup Melly.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement