KETIKA seseorang mengalami kejadian atau peristiwa yang buruk, kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami trauma. Efek psikologis tersebut pun tidak akan hilang begitu saja dan dapat timbul sewaktu-waktu.
Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NLPm membenarkan bahwa dampak psikologis berupa trauma memang akan kembali terjadi pada seseorang. Namun, trauma hanya akan kembali terjadi ketika seseorang mengalami kejadian serupa.
“Ketika seseorang mendapatkan stimulus yang sama, ada informasi yang sama, peristiwa yang sama yang kemudian dia lihat kembali, secara tidak langsung dia merasakan kembali kejadian buruk yang pernah dialaminya,” jelasnya kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin 29 Desember 2014.
Kepala Seksi Advokasi Bidang Pencegahan BNN Kepri ini pun menyambungkan bahwa kondisi trauma yang timbul kembali bergantung pada seberapa lama kejadian tersebut telah terjadi. Semakin lama peristiwa yang telah menimbulkan trauma pada seseorang tersebut telah berlalu, maka semakin mudah untuk menyingkirkan rasa trauma tersebut.
“Kalau misalkan sudah berlangsung sama, efeknya mungkin hanya muncul sesaat. Kemudian mungkin nanti akan hilang lagi. Secara umum memang begitu tapi secara khusus tidak mudah untuk menghilangkan trauma,” simpul Melly Puspita. (yac)
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.