Aviliani punya pengalaman haru di Hari Ibu (Foto: Fitri/Okezone)
BICARA tentang Hari Ibu, tiap ibu memiliki pengalaman berbeda dengan buah hati. Bagi pengamat ekonomi Aviliani, pengalaman tersebut terbilang mengharukan.
Di Indonesia, 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu.
Pengamat ekonomi Aviliani menyebutnya sebagai hari di mana setiap anak harus menghormati ibunya dalam cara yang lebih spesial. Meski, tentunya, kasih sayang itu ditunjukkan pula dalam keseharian.
"Biasanya, anak saya kasih ucapan selamat. Sementara ke ibu, saya kasih surprise sebagai wujud perhatian," kata Aviliani kepada Okezone di Jakarta.
Meski terbilang sibuk, Komisaris Bank Mandiri ini boleh berbangga dengan sikap baik anak semata wayangnya. Sang putri yang kini berusia 12 tahun bisa menghargai sosoknya.
"Kadang ketika orangtua sibuk, anak tidak menghargai orangtuanya atau mereka anggap orangtua sebagai bagian dari hidup saja. Saya merasa wanita yang sibuk bekerja, tapi bersyukur bisa mendidik anak," imbuh wanita kelahiran Malang, 14 Desember 1961 ini.
Aviliani bahkan punya pengalaman mengharukan bersama putrinya di Hari Ibu. "Dia pernah bikin gambar dengan ucapan 'Selamat Hari Ibu’," tutur wanita yang senang mengenakan batik ini.
Bicara kewajiban
menyeimbangkan peran antara karier dan keluarga, Aviliani mengutamakan kualitas dibanding kuantitas waktu. Dia akan memanfaatkan momen sarapan untuk menanyakan perkembangan sekolah putrinya. Dan, selama bekerja, Aviliani juga mengirimkan pesan kepada sang putri untuk menanyakan kegiatannya.
Sementara, di akhir pekan, dia akan "membayar" lebih banyak ketiadaan waktu bersama anak dalam kesehariannya. "Weekend kita biasanya nonton di bioskop dan belanja, pasti selalu ada kegiatan. Kalau weekend saya ada acara, nanti cari hari lain yang dia bisa pergi sepulang sekolah," pungkasnya.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.