Kue untuk Santa
Kue untuk Santa (Foto: Shutterstock)
Zaman sekarang, Anda mungkin tidak biasa menghias pohon Natal dengan makanan. Tetapi pada abad pertengahan di Jerman, makanan seperti apel, wafer, dan kue biasa menjadi ornamen pohon Natal. Setelah tradisi ini menyatu dengan Kristen dan pohon menjadi simbol Natal, anak-anak mulai memperhatikan hilangnya hiasan pohon Natal yang bisa dimakan. Mereka menduga karena Santa yang memakannya. Sejak itulah menjadi tradisi baru, dengan meninggalkan sepiring kue di dekat perapian untuk camilan Santa.
Jeruk di dalam kaus kaki
Jeruk di dalam kaus kaki (Foto: Shutterstock)
Santa memiliki daftar hadiah untuk anak-anak. Anak-anak bandel mendapatkan batu bara, dan anak baik mendapat jeruk. Di Inggris, anak-anak baik di pedesaan mendapat jeruk di kaus kaki Natal mereka. Praktek ini dimulai oleh biarawati pada abad ke-12 di Prancis, yang meninggalkan kaus kaki penuh dengan kacang-kacangan, jeruk, dan buah lainnya di rumah keluarga miskin.