Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perubahan Kulit Selama Kehamilan

Erika Kurnia , Jurnalis-Jum'at, 12 Desember 2014 |17:05 WIB
Perubahan Kulit Selama Kehamilan
Perubahan kulit selama hamil (Foto: Ilgiornale)
A
A
A

KEHAMILAN dapat mempengaruhi tubuh wanita, termasuk perubahan pada kulit. Perubahan ini dapat disebabkan oleh turun naiknya hormon, belum lagi peregangan di kulit perut dan bagian lain akibat melebarnya tubuh bumil.

Perubahan kulit ini bersifat sementara dan sebatas mempengaruhi kecantikan, yang bisa hilang setelah melahirkan. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasannya seperti dikutip Healthmeup, Jumat (12/12/2014).

Striae gravidarum atau stretch marks

Ini adalah tanda-tanda yang umum nampak di perut karena peregangan kulit. Stretch mark muncul dengan warna kemerahan atau keunguan dan sering kali terasa gatal atau nyeri iritasi. Jumlah stretch mark dapat bertambah seiring dengan peningkatan ukuran kandungan, terutama pada trimester terakhir kehamilan.

Setelah melahirkan ini biasanya berkurang, tetapi mungkin tidak hilang sepenuhnya. Mereka sering menetap dalam bentuk garis-garis putih halus pada kulit. Namun, ini tidak akan menyebabkan atau menjadi tanda gangguan kesehatan.

Melasma

Ini adalah masalah umum yang terjadi selama kehamilan, terutama selama periode perubahan hormonal sedang meningkat akibat konsumsi hormon oral. Gejala ini dapat terlihat dari perubahan warna pada wajah yang menjadi kehitaman. Daerah pipi, hidung, bagian atas bibir, dahi atau wilayah lain dari wajah dapat terpengaruh. Melindungi kulit lebih ekstra dari paparan sinar matahari selama kehamilan sangat disarankan untuk mencegah kondisi ini terjadi.

Linea nigra

Ini adalah garis hitam vertikal yang biasanya muncul di tengah-tengah perut, mulai dari pusar sampai tulang kemaluan. Hal ini terjadi karena pigmentasi yang disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron. Untuk alasan yang sama, areola (daerah gelap di sekitar puting) juga akan menjadi lebih gelap dan areola sekunder juga dapat muncul pada payudara, sehingga membuatnya nampak seperti membesar. Semua perubahan ini dapat kembali setelah melahirkan, meskipun mungkin tidak sempurna.

Pembuluh darah laba-laba

Selama kehamilan, ada peningkatan jumlah aliran darah. Hal ini dikombinasikan dengan tingginya kadar hormon menyebabkan bercak-bercak merah kecil, yang berlekuk-lekuk, muncul pada kulit. Ini adalah hal normal dan tidak akan menimbulkan masalah, kecuali mengganggu penampilan Anda.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement