Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarakat Kalangan Bawah Paling Banyak Tenggak Oplosan

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 11 Desember 2014 |20:25 WIB
Masyarakat Kalangan Bawah Paling Banyak Tenggak Oplosan
Tenggak oplosan hanya adu kekuatan (Foto: Dede/Okezone)
A
A
A

TRADISI mengoplos minuman berkaitan dengan kebiasaan mabuk yang sudah ada sejak lama. Tradisi itu banyak ditemui pada masyarakat kalangan menengah bawah.

Kasubdit Inspeksi Produksi dan Peredaran Produk Pangan BPOM Chairun Nisa mengungkapkan, fenomena tenggak miras oplosan di kalangan masyarakat kelas bawah terutama di daerah memang sudah sering terjadi berulang kali.

"Sering dilaporkan kasus oplosan miras terjadi di Sulawesi, NTT, NTB, Jatim dan Jabar. Kami pun mengkaji dan terbukti penambahan oplosan bisa dicampur minuman berenergi hingga lotion nyamuk dan minuman oplosannya berani menggunakan merk palsu yang dikemas di botol air mineral kemasan," ungkap Nisa kepada wartawan saat jumpa pers Bahaya Miras Oplosan di Ruang Mahar Marjono, Kantor Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Hingga saat ini, kata Nisa, kasus miras oplosan di Jawa Barat sudah memakan 30 nyawa orang meninggal dunia. Dalam penyidikan itu telah terbukti mengandung alkohol jenis metanol 3,25 persen yang bahayanya sama dengan formalin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement