Laporan penelitian menunjukkan cara kerja plasebo pada pasien yang diberikan. Ketika plasebo dikatakan dapat menstimulasi sistem tubuh pasien, detak jantung mereka akan menjadi cepat dan meningkatkan tekanan darah sehingga tingkat reaksi mereka membaik.
Contoh lain ketika kelompok orang diberikan pil yang sama seperti sebelumnya yang dikatakan berfungsi untuk membantu tidur, dengan segera detak jantung mereka melambat dan pasien melaporkan dapat merasakan kantuk setelahnya.
Sebaliknya, saat obat plasebo yang diberikan dikatakan memiliki efek samping tertentu seperti sakit kepala, mual, dan nyeri, meskipun itu hanya obat “kosong”, pasien melaporkan bahwa mereka mengalami efek samping tersebut.
Bagi para peneliti, hal ini memungkinkan mereka untuk membandingkan efek dari pengobatan plasebo tersebut dengan kelompok yang tidak diberikan. Biasanya, peserta dalam penelitian tidak tahu apakah mereka diberi obat asli atau hanya plasebo.
Seperti dilansir dari Healthmeup, Jumat (5/12/2014), biasanya efek plasebo hanya untuk jangka pendek, dan orang akan kembali merasakan kondisi yang mereka keluhkan setelahnya. Metode ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan, tetapi dapat menunda penderitaan sesaat.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.