Menurut Kepala Badan Litbangkes, Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), DTM&H, MARS, data HIV-AIDS Indonesia sampai dengan September 2014, persentase faktor risiko AIDS tertinggi diakibatkan hubungan seks berisiko pasangan heteroseksual, yaitu sebesar 67 persen. Sementara dari ibu yang positif HIV sebesar 4 persen.
Data Kemenkes, seperti dikutip dari situs Litbang Kemenkes, Senin (1/12/2014), terkait kasus HIV-AIDS yang dilaporkan sampai 30 September 2014 ini, adalah 22.869 kasus HIV dan 1.876 kasus AIDS. Jumlah ibu-ibu yang terjangkit HIV/AIDS menempati kategori tertinggi, yaitu mencapai 6.539 orang.

Melihat kondisi ini, Kemenkes pun memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2014 dengan mengangkat tema “Cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV & AIDS dalam rangka perlindungan HAM", dengan subtema “Pencegahan penularan baru HIV & AIDS terhadap diri, keluarga dan masyarakat”.
Perlindungan HAM bagi penyandang HIV-AIDS (ODHA) dari stigma & diskriminasi melalui lingkungan yang kondusif dengan optimalisasi komunikasi dan penanggulangan perlu dilakukan. Untuk mencapai ini, Kemenkes pun menggandeng Kemenkumham RI sebagai sektor utama pelaksana peringatan HAS 2014.

“Kemenkumham berada pada posisi strategis dalam upaya melaksanakan dan mendorong partisipasi aktif, upaya pencegahan HIV-AIDS. Peran serta semua pihak, pemerintah, organisasi, sipil, swasta dan masyarakat umum menjadi kunci keberhasilan upaya ini,” pungkas Tjandra.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.