MENURUNNYA kualitas air di Danau Toba membuat beberapa kalangan miris. Apalagi objek wisata di Medan tersebut telah terpapar limbah. Salah satunya limbah industri dan kotoran ternak.
Tercemarnya Danau Toba ini, merupakan tanggung jawab pemerintah setempat dan juga masyarakat. Menurut Arif Firmansyah, penulis buku “50 Wisata Domestik Indonesia” yang juga banyak memerhatikan pariwisata di Indonesia, menyarankan sebaiknya pemerintah daerah membenahi kesadaran masyarakat akan lingkungan. terlebih Danau Toba merupakan wisata terkenal di daerahnya.
“Sebelum membangun untuk memajukan daerah wisata, yang harus dibenahi adalah kesadaran orang tentang lingkungan,” ujar Arif kepada Okezone di Gedung Gramedia Matraman, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Jika masyarakat tidak sadar betapa pentingnya lingkungan, maka yang terjadi hanyalah melakukan segala cara untuk menaikkan komoditas.
“Karena kalau orang tidak sadar akan lingkungan, mereka hanya memikirkan komoditas,” ucapnya.
Arif sangat menyayangkan tercemarnya Danau Toba bukan karena peristiwa alam, melainkan akibat ulah manusia yang mengikuti nafsu hanya untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Arif juga mengatakan bahwa, pemerintah daerah harus tegas menindak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kita khawatir juga dengan Danau Toba, dengan tanda-tanda kerusakan akibat tangan kotor manusia. Pemdanya harus tegas, mau enggak mau,” tutupnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.