Advertisement
Advertisement

Tujuh Nilai Kebaya yang Tidak Dimiliki Negara Lain

Dwiyasista , Jurnalis-Selasa, 25 November 2014 |16:26 WIB
Tujuh Nilai Kebaya yang Tidak Dimiliki Negara Lain
Ani Yudhoyono dan Iriana Joko Widodo (Foto: Tempo)
A
A
A

MENGHADIRI peluncuran buku karya Mien R. Uno Kebayaku di Jakarta beberapa waktu lalu, Direktur Eksekutif PT Gramedia Pustaka Utama, Wandi S. Brata menyatakan, terdapat tujuh nilai yang harus diilhami dalam sebuah busana bernama kebaya. Ketujuh nilai tersebut ialah kebenaran, kelembutan, cinta, kecerdasan, kreativitas, keadilan dan kuriositas.

Menurut pria kelahiran Bayat, Klaten ini, ketujuh nilai tersebut adalah pembeda Indonesia dengan negara lain yang berusaha menjiplak karya kebaya atau pun batik.

“Setiap budaya di masing-masing negara bisa dibandingkan, namun tentu saja dapat dengan jelas dibedakan. Tujuh nilai tadi, yang terkandung dalam batik, jelas tidak dapat dibandingkan dengan negara mana pun, Indonesia adalah negara yang kaya,” jelas Wandi dengan bangga.

Kebaya kutu baru yang dikenakan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Foto: Okezone)

Ketujuh nilai tadi kemudian dijelaskan Wandi dengan detail. Kebenaran, adalah sesuatu yang tidak dibuat-buat. Garis lengkung menyerupai bunga dan sulur daun menjadi ide orisinal dari seorang pengrajin lokal yang belum tentu dimiliki oleh banyak orang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement