Bagi beberapa pasangan, penyelesaian konflik akhirnya mengarah kepada perceraian. Untuk anak-anak dari segala usia, sebuah perpisahan atau perceraian orang tuanya adalah hal yang merugikan. Anak-anak bisa mengalami stres, kesedihan, dan membingungkan. Untuk mengurangi kecemasan anak selama perceraian, meyakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja dan sebisa mungkin tetap ramah terhadap mantan pasangan Anda. Tetap sopan dan kooperatif ketika membahas rencana dan jadwal untuk mengasuh anak-anak.
Bencana alam
Bencana alam seperti badai, tornado, dan gempa bumi dapat menimbulkan kecemasan bagi anak-anak yang belum bisa berpikir dengan jernih. Semua anak memiliki beberapa tingkat kecemasan, ketakutan, dan depresi saat terkena bencana. Tapi juga tergantung dari pribadi, temperamen, usia, dan tahap perkembangan setiap anak. Anak-anak yang memiliki sifat pemalu atau lingkungan yang buruk akan lebih cenderung cepat mengalami trauma. Berita yang ditampilkan oleh media dapat meningkatkan dan memperpanjang kecemasan. Kuncinya adalah tetap tenang. Dengan begitu, anak-anak pun akan ikut tenang. Jadilah teladan dan menunjukkan kepada mereka bagaimana untuk bergerak maju dengan mempertahankan rutinitas sebanyak yang bisa dilakukan.
Penggunaan senjata
Biarkan anak Anda tahu bahwa menggunakan senjata hanya boleh dilakukan oleh orang yang profesional dan telah mendapat izin dari pihak yang berwenang. Jangan sampai anak Anda membawa benda-benda tajam ke sekolah atau ikut dalam aksi tawuran. Pengawasan dari orang tua tidak boleh sampai lengah. Anda juga perlu membahas masalah senjata dengan pihak sekolah agar mereka bisa mengambil langkah-langkah spesifik untuk menjaga keamanan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.