DARI perspektif dewasa, kehidupan anak-anak mungkin terlihat seperti tidak ada masalah. Namun dalam kenyataannya anak-anak ini hidup dengan banyak masalah besar yang memprovokasi ketakutan dan kecemasan. Seperti dilansir Parents, berikut lima kekhawatiran yang dapat menghancurkan dunia anak-anak dan bagaimana untuk membantu mengatasinya.
Sebagai orang tua, pastikan anak Anda merasa aman dan nyaman untuk berbicara kepada guru, kepala sekolah, atau konselor sekolah jika ada masalah di sekolah. Jelaskan mengenai kekerasan fisik itu seperti apa kepada anak Anda lalu diskusikan dengan pihak sekolah dan membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan pihak sekolah untuk dapat menjaga keamanan anak Anda.
Kekerasan di keluarga
Lebih dari 10 persen anak-anak di Amerika Serikat mengalami kekerasan di dalam rumah mereka. Bahkan anak-anak yang tidak dapat melihat lebih rentan untuk menjadi korban kekerasan, pelecehan, dan penghinaan yang dapat menyebabkan penderitaan pada anak karena anak-anak masih merasakan dan memendamnya.
Perceraian
Bagi beberapa pasangan, penyelesaian konflik akhirnya mengarah kepada perceraian. Untuk anak-anak dari segala usia, sebuah perpisahan atau perceraian orang tuanya adalah hal yang merugikan. Anak-anak bisa mengalami stres, kesedihan, dan membingungkan. Untuk mengurangi kecemasan anak selama perceraian, meyakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja dan sebisa mungkin tetap ramah terhadap mantan pasangan Anda. Tetap sopan dan kooperatif ketika membahas rencana dan jadwal untuk mengasuh anak-anak.
Bencana alam
Bencana alam seperti badai, tornado, dan gempa bumi dapat menimbulkan kecemasan bagi anak-anak yang belum bisa berpikir dengan jernih. Semua anak memiliki beberapa tingkat kecemasan, ketakutan, dan depresi saat terkena bencana. Tapi juga tergantung dari pribadi, temperamen, usia, dan tahap perkembangan setiap anak. Anak-anak yang memiliki sifat pemalu atau lingkungan yang buruk akan lebih cenderung cepat mengalami trauma. Berita yang ditampilkan oleh media dapat meningkatkan dan memperpanjang kecemasan. Kuncinya adalah tetap tenang. Dengan begitu, anak-anak pun akan ikut tenang. Jadilah teladan dan menunjukkan kepada mereka bagaimana untuk bergerak maju dengan mempertahankan rutinitas sebanyak yang bisa dilakukan.
Penggunaan senjata
Biarkan anak Anda tahu bahwa menggunakan senjata hanya boleh dilakukan oleh orang yang profesional dan telah mendapat izin dari pihak yang berwenang. Jangan sampai anak Anda membawa benda-benda tajam ke sekolah atau ikut dalam aksi tawuran. Pengawasan dari orang tua tidak boleh sampai lengah. Anda juga perlu membahas masalah senjata dengan pihak sekolah agar mereka bisa mengambil langkah-langkah spesifik untuk menjaga keamanan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.