Para peneliti dari Kanada tersebut, Dr Foreman dan rekan-rekannya, membandingkan 3.758 perokok mentol dan 1.941 perokok nonmentol, berusia antara 45 hingga 80 tahun, yang merokok sedikitnya 10 bungkus per tahun.
Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa para penyuka rokok mentol rata-rata berusia lebih muda, dan tidak jarang dari mereka adalah perempuan dan orang berkulit hitam. Mereka rata-rata mengonsumsi 43 batang rokok dalam seminggu, sementara pengguna nonmentol rata-rata hanya 26 batang.
Peneliti mengakui, penemuan tersebut mungkin tidak membuktikan hubungan langsung antara mentol dan masalah paru-paru. Namun, mereka berpikir mentol mungkin memiliki efek anestesi pada saluran udara yang membuat perokok tidak menyadari langsung kondisi paru-paru mereka yang mulai memburuk.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.