Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beli Masker di Jalan Boleh Saja, Asalkan?

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 05 November 2014 |15:29 WIB
Beli Masker di Jalan Boleh Saja, Asalkan?
Beli masker jangan sembarangan (Foto: Galleryhip)
A
A
A

SEIRING waktu penjualan masker bebas semakin merajalela. Namun, soal kualitas dan keamanan kita tidak tahu kejelasannya. Ada baiknyamembeli masker tidak sembarangan. Menurut dr Nastiti Kaswandani Sp.A, penjualan masker bebas itu memiliki tujuan yang baik. Maka, masyarakat dituntut jeli sebelum membeli masker.

“Penjualan masker bebas punya bertujan baik yaitu untuk mengurangi paparan. Tapi harus dipilih juga jenisnya. Yang paling bagus masker disposibel atau sekali pakai buang, karena biasanya terkontrol kualitasnya,” ujarnya kepada Okezone di Kantor Kementerian kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Namun sebaliknya, kian hari banyak pedagang yang menjual masker berbahan kain beraneka warna yang sering kita jumpai di penjaja kaki lima. Hal ini tentunya membuat banyak orang tergiur dengan masker itu. Tapi sayang, kualitas bahan dari masker itu sangat meragukan dalam tingkat perlindungan bagi tubuh.

“Kalau masker kain sering ada di jalan itu harus dilihat kualitas, bahan dan pewarna. Jangan-jangan waktu pakai masker itu kita menghirup cat atau bahan pewarna tekstil di masker, jadi itu tidak sehat,” imbuhnya.

Lanjut dr Nastiti, diingatkan kepada siapapun yang ingin membeli masker kain, yang tidak aman harus memperhatikan kualitas dan bahan. Dia tidak mempermasalahkan soal masker yang dijual bebas. Bahayanya kalau menyepelekan kualitas bahan dari masker, akibatnya kita tidak terlindung dari kuman dan dapat menganggu pernapasan.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement