Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suami Jadi Bapak Rumah Tangga Tetap Diidolakan

Evi Elfira , Jurnalis-Rabu, 27 Agustus 2014 |04:09 WIB
Suami Jadi Bapak Rumah Tangga Tetap Diidolakan
Suami jadi bapak rumah tangga tetap diidolakan (Foto:Zindapak)
A
A
A

KETIKA sepasang suami istri sepakat untuk bertukar peran, banyak orang beranggapan hal tersebut akan berdampak terhadap anak. Namun, menurut salah seorang psikolog, pertukaran peran antara suami dan istri  justru baik untuk anak.
 
Berbeda dengan kebanyakan orang, psikolog Nella Safitri Cholid menganggap bahwa bertukarnya peran antara suami dan istri memiliki dampak yang baik terhadap anak. Salah satu keuntungan dari hal tersebut adalah anak dapat memahami bahwa orang tuanya mampu melakukan peran yang seharusnya bukan milik mereka.
 
“Dengan bertukarnya peran antara ayah dan ibu, justru ini membawa pembelajaran baru terhadap anak. Anak dapat memahami bahwa orang tuanya dapat melakukan peran baik sebagai ayah dan ibu,” kata psikolog Nella Safitri Cholid kepada Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.
 
Meskipun dengan bertukarnya peran menandakan bahwa suami sebagai bapak rumah tangga, hal itu tidak berdampak buruk. Bahkan, banyak bapak rumah tangga yang tetap menjadi idola.
 
“Walau kini banyak ayah yang tidak bekerja dan menjadi ayah rumah tangga, tapi sosok ayah tetap banyak yang mengidolakan,” simpul Nella.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement