Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Debus, Alat Pertahanan Agama Islam Zaman Penjajahan

Winda Destiana , Jurnalis-Minggu, 24 Agustus 2014 |23:06 WIB
Debus, Alat Pertahanan Agama Islam Zaman Penjajahan
Debus, alat pertahanan agama Islam zaman penjajahan (Foto: Winda/Okezone)
A
A
A

DEBUS bukan sekadar tradisi ilmu bela diri biasa. Sejarah panjang dari ilmu bela diri ini ternyata sebagai pertahanan terhadap agama Islam pada zaman dulu kala.  
Hal ini seperti diceritakan Koko Ernawan, salah satu tokoh debus asal Desa Sodong, Pandeglang. Dia mengatakan bahwa awalnya debus digunakan oleh masyarakat untuk memertahankan agama Islam.
 
"Debus itu dulunya digunakan untuk memertahankan agama. Zaman penjajahan Belanda selain bambu runcing yang digunakan sebagai pertahanan, debus juga digunakan," katanya ketika ditemui Okezone di Banten, belum lama ini.
 
Dia menjelaskan bahwa debus berawal pada abad ke-16, masa kesultanan Sultan Maulana. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, debus menjadi sebuah alat untuk memompa semangat juang rakyat melawan penjajah Belanda pada masa itu.
 
"Jadi, debus memang semata-mata bukan sebagai sarana untuk menjahati orang atau berbuat yang tidak benar. Bahkan, debus sudah ada sebelum zaman para wali. Meski saat itu masih ragu-ragu untuk mengembangkannya," tutup dia.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement