Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan 130 Obat Dekstro Ditarik dari Peredaran

Qalbinur Nawawi , Jurnalis-Senin, 26 Mei 2014 |21:56 WIB
Alasan 130 Obat Dekstro Ditarik dari Peredaran
Ilustrasi obat (Foto: Drugsdb)
A
A
A

AWAL Juni nanti, 130 obat dekstrometorfon akan ditarik dari peredaran. Lantas apa yang sebenarnya alasan penarikan tersebut?

Dra. Sri Utami Ekaningtyas, Apt. MM, Direktur pengawasan NAFZA BPOM mengatakan bahwa penyalahgunaan obat tersebut sudah pada tahap memprihatinkan. Banyak anak mudah yang meninggal dan mengalami masalah pada ginjal karena obat tersebut.

"Nyawa peraturan penarikan obat ini penyebab utamanya adalah penyalahgunaan. Anak remaja sudah pintar sekarang, mereka tidak mau pakai ganja dan putau untuk bisa mabuk, mereka cukup memakai dekstro yang harganya murah. Nah, dekstro ini kalau sudah berlebihan dikonsumsi efek sampingnya mirip dengan narkoba, inilah yang kami kejar,”katanya kepada Okezone dalam acara yang bertema Penggunaan Zat Berbahaya Pada Obat-obatan : Sosialisasi Terhadap Penarikan Zat Berbahan Dekstro Metorfan Tunggal”, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, (26/5/2014)

"Kasus anak meninggal di Situbondo, Sumedang, Indramayu, bahkan di Jawa Barat sudah menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa), kejadian ini yang membuat kita (BPOM) bersikap tegas," imbuhnya.

Menurutnya, alasan tersebut sangat cukup untuk membuat BPOM mengambil tindakan tegas terhadap penyalahgunaan obat dekstro.

"Kami ingin obat (dekstro) ini ditarik, karena sudah meresahkan masyarakat. Kalau dilihat efeknya, obat dekstro ini sudah bukan lagi tergolong bebas diperjualbelikan namun terbatas. Sudah bisa naik golongannya menjadi obat keras yang berefek buruk pada tubuh," terangnya.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement