JAKARTA - Rencana tarif wisata alam yang akan naik tak lama lagi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa implementasinya perlu dilakukan. Tujuannya tak lain menjaga kelestarian objek wisata alam itu sendiri.
Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Esthy Reko Astuti, mengatakan bahwa taman nasional atau objek wisata alam seharusnya bukanlah destinasi yang bisa dikunjungi sembarangan.
Tarif taman nasional yang akan naik Mei mendatang dianggap wisatawan terlalu mahal dan mencekik. Esthy mengajak wisatawan untuk melihat sisi positif dari aturan tersebut.
"Taman nasional itu kan wilayah yang dilindungi, bukan destinasi wisata massal. Adanya tarif ini juga untuk mengontrol dan menjaga hal tersebut," katanya kepada Okezone, saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Biaya tersebut selain bisa digunakan untuk menjaga kelestarian dan pengelolaan taman nasional, juga menjaganya tidak dikunjungi wisatawan secara massal.
"Pihak Kemenparekraf belum ada dialog lagi dengan Kemenhut, tapi kami yakin kenaikan tarif ini untuk yang terbaik," tukasnya.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.