JAKARTA - Badan Pembina Trekking Gunung Rinjani tengah berupaya meminta pemerintah untuk menunda kenaikan tarif masuk wisata alam hingga tahun depan. Mereka juga berharap kenaikan dilakukan secara bertahap.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Asmuni Irpan, Direktur Eksekutif Badan Pembina Trekking Gunung Rinjani. Dia mengatakan bahwa pemberlakuan tarif harus dilakukan secara bertahap per enam bulan, dengan masing-masing kenaikan sebesar 25 persen dari tarif yang ditetapkan untuk wisatawan mancanegara dan Nusantara sampai dengan awal 2016.
“Kalau dipaksakan tetap naik secara drastis seperti itu, akan memberatkan teman-teman pelaku wisata travel agent dan trek organizer,” katanya ketika dihubungi Okezone, belum lama ini.
Dia menambahkan, para travel agent maupun trek organizer telah mengirimkan harga terbaru ke agen mitra di luar negerinya sejak enam bulan sebelum menandatangani kontrak yang baru. “Itu sudah mereka lakukan pada Oktober tahun 2013 dan baru mulai berlaku pada April ini,” tambahnya.
Menurutnya, sangat tidak memungkinkan untuk mengubah harga secara tiba-tiba dikarenakan PP yang masih mengalami pro dan kontra tersebut. Selama ini, Gunung Rinjani cukup terkenal di kalangan pendaki Nusantara maupun mancanegara.
“Jika tetap naik secara drastis, kemungkinan terjadi penurunan wisatawan asing maupun Nusantara pasti akan drastis pula,” tutupnya.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 1998 yang mengatur Tarif Jasa Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kementerian Kehutanan dan Perkebunan diubah menjadi PP Nomor 12 Tahun 2014 yang telah ditetapkan pada 14 Februari 2014. Dengan ditetapkannya PP baru tersebut, tarif masuk taman nasional pun berubah.
Gunung Rinjani memang dikagumi para pendaki yang penasaran dengan legenda yang melatarbelakanginya. Misteri terbesarnya adalah Dewi Anjani. Hingga saat ini, masyarakat lokal suku Sasak dan Hindu Dharma di Pulau Lombok masih melakukan ritual rutin memohon hujan kepada Dewi Anjani dengan memberikan sesembahan berupa lempengan emas yang berbentuk segala makhluk air dengan cara ditenggelamkan ke Danau Segara Anak.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.