JAKARTA - Indonesia memiliki 700 titik selam yang indah. Sayang, minat terhadap aktivitas selam masyarakat Indonesia masih sangat kecil dibandingkan negara tetangga.
Direktur Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Even Kemenparekraf Achyaruddin mengatakan bahwa penyebabnya bisa jadi lantaran belum berhasilnya pengenalan akan indahnya dunia bawah laut kepada generasi muda. Mereka masih menganggap bahwa dunia bawah laut sangat berbahaya.
“Kami akui memang belum cukup berhasil untuk mempengaruhi anak bangsa kalau laut itu hebat dan luar biasa,” katanya usai Forum Dialog Pariwisata Wisata Selam di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Tak hanya itu, menurutnya, sebagian besar industri perjalanan memberi penegasan bahwa menyelam merupakan atraksi wisata berbiaya mahal. Namun, Achyar tidak melihatnya demikian.
“Yang mahal itu adalah aksesibilitas menuju lokasi penyelaman, itu juga yang masih menjadi kendala mengapa banyak orang yang masih jarang melakukan aktivitas ini,” tambahnya.
Dia menambahkan, problematika lain yang dihadapi dalam mengembangkan wisata selam adalah belum adanya data berapa sebenarnya jumlah pusat selam yang telah beroperasi secara resmi dan mengikuti standar nasional. Pasalnya, demi menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam biota serta taman bawah laut di berbagai provinsi dengan sedikitnya 700 titik selam, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertekad menjadikan Indonesia sebagai surga para penyelam di dunia atau Divers Heaven One Nation. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah terus mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari infrastruktur, pendataan, dan pengembangan titik serta paket-paket yang bisa dipilih para wisatawan.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.