KERAJINAN tradisional asli Indonesia memang kini banyak diminati. Namun sayangnya, hal itu tidak diimbangi dengan kesejahteraan para pengrajin yang masih dinilai belum layak.
Tentu saja hal ini pun menjadikan satu keprihatinan sendiri. Padahal kepuasan pengrajin tidak hanya soal karya saja, tetapi juga berkaitan dengan pemasukan yang dihasilkan.
"Kepuasan itu relatif, tapi kepuasan pengrajin adalah berapa uang yang didapat,"ujar Okke Rajasa saat ditemui Okezone di Senayan City, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Oleh karenanya, ketua Yayasan Cita Tenun Indonesia (CTI) itu menyerukan ada semacam standarisasi terhadap persoalan tersebut.
"Kami dari Cita tenun, meminta pengrajin harus dihitung dulu, berapa harga jualnya dan harus relevan,"imbuhnya.
Penghitungan tersebut, sambung Okke, didiskusikan bersama-sama sehingga pihak pengrajin pun tetap mendapatkan keuntungan dari jerih payahnya.
"Jadi sebelum motif itu keluar, biasanya kita kompromikan harga dan setiap motif baru itu harus dihitung,"tutup Okke. (ind)
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.